Kalau Allah mencintai hambaNya, mengapa mereka ditimpa cobaan dan musibah?

Biasanya apa yang kita ciptakan dengan tangan kita sendiri, kita mencintainya. Tulisan yang kita tulis dan dimuat di majalah atau surat kabar atau dicetak dalam sebuah buku, pasti kita mencintainya pula. Demikan juga anak kita yang baru lahir mesti kita mencintainya.

Begitulah juga dengan Allah, karena Dia yang menciptakan maka Dia pun cinta akan ciptaannya. Allah berfirman: “
“Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (Al-A’raaf:12)

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”(Al-Hijr : 29)

————————————————————————————————————

Kalau Allah mencintai hambaNya, mengapa mereka ditimpa cubaan dan musibah?

Jawapannya adalah:

* untuk membuat seseorang sedar dari maksiat yang selama ini dilakukannya
* untuk meningkatkan derajat seseorang diakhirat nanti
* untuk memperingatkan seseorang akan nikmat yang selama ini diberikan oleh Allah SWT dan dia tidak menyedarinya. Baru ketika nikmat itu hilang dari tanganya dia sedar akan kebesaran nikmat itu.
* agar dia menyedari akan realiti kehidupan dunia yang fana ini, bahwa tidak ada kebahagian yang sejati. Sehingga akhirnya dia rindu akan kehidupan akhirat.
* untuk menguji seseorang sama ada dia redha dengan ketetapan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya
* Kadang-kadang agar seseorang yang ditimpa musibah atau cobaan itu masuk syurga tanpa dihisab lagi karena kesabarannya. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa dihisab lagi.” (39:10)
* untuk menghapuskan dosa seseorang. Karena apapun penderitaan yang menimpa seorang mukmin, meskipun hanya duri yang mengena jari tangannya- akan diberi pahala (dan manghapuskan dosa)

——————————————————————————————————————–

Bila Musibah Menimpa

Allah s.w.t berfirman, mafhumnya,
“Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayatNya.”(Al-Baqarah:155-157)

Di dalam musnad Imam Ahmad, Nabi s.a.w bersabda,
“Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik,” kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan akan memberikan kepadanya ganti yang lebih baik.” (HR. Ahmad 3/27)

——————————————————————————————————-

Itulah uraian tentang diantara tanda-tanda kecintaan Allah kepada kita. Mari kita renungkan agar kita timbul kesedaran dalam diri kita, sehingga nantinya InsyaAllah akan tumbuh benih cinta dihati kita terhadap-Nya. Kalau cinta sudah bersemi dihati kita maka pasti kita akan merasa mudah dan nikmat dalam melaksanakan perintah-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: