Sakitku, Biar Jadi Penggugur Dosa..

Aku sakit sudah dari 2 bulan lalu, sampai hari aku menulis tulisan inipun masih terasa sakit. Awal dari sakitku hanya sebuah rasa ngilu di bagian kakiku. Hari makin hari sakit itu kian bertambah dan menjalar kesemua persendian tubuhku, seolah kian menumpuk sampai tak tertahankan. Aku pernah coba melakukan pengobatan ke Rumah sakit terkemuka di daerahku. Karena sempat aku mengira ini Asam urat karena melihat dari gejala yang ditimbulkan tak jauh beda dengan penyakit itu. Ya, setahun lalu aku sempat sakit typus, dan tak berselang lama aku terjangkit penyakit satu ini (asam urat) karena salah pemberian obat yang terlalu keras sehingga ginjalku tak berfungsi dengan cukup baik mengeluarkan purin lewat air urinku.

Sempat dilakukan cek darah dua kali *sebelum makan dan setelah makan, ketika aku berobat ke Rumah Sakit tersebut. Empat hari aku yang ditemani bapakku bolak balik Rumah sakit untuk pemeriksaan dengan hasil yang nihil. Demikian pula dengan hasil cek darahku. Kadar Kolestrol maupun Asam Urat semua terlihat normal. Hingga akhirnya dokterpun menyarankan aku untuk kembali melakukan cek darah di Labolatorium di sekitaran Soekarno Hatta Bandung. Tak lupa dokter itu menyisipkan selembar resep obat yang harus aku ambil di apotik Rumah sakit itu.

Aku coba untuk meminum obat tersebut ternyata tak sedikitpun terjadi perkembangan di kakiku. Mencoba untuk melakukan cek darah di Labolatorium yang di sarankan dengan biaya yang saya rasa cukup mahal sekitar satu juta. Ternyata hasil darah dari Labolaturium tersebut masih harus di lempar ke Rumah sakit dimana aku berobat, aku yang saat itu sudah mulai kesakitan seolah sedang menjadi bola sepak yang dilempar kesana kemari. Melihat hasil dari Labolatorium ini, dokterpun kembali memberika resep obat kepadaku. Namun sama halnya, tidak terjadi perubahan di daerah sakitku sehingga aku berhentikan obat tersebut karena ditakutkan bisa membahayakan organ tubuh dalamku lambat laun.

Dan disinilah awal mula kesakitan yang Luaaarrr biasa aku rasakan setelah berhenti meminum obat dari dokter. Waktu itu aku masih memaksakan bekerja walau dengan kondisi sakit karena di minggu itu sudah empat hari aku ijin untuk berobat, jadi rasanya tidak enak jika aku tak masuk kantor lagi.

Suatu malam sepulang dari kantor, dengan kaki yang lebam diserta rasa sakit yang waktu itu masih bisa aku tahan, aku coba untuk rendam kaki dan tanganku dengan seduhan air hangat. Berharap bisa sedikit mengurangi rasa sakit ini. Aku masih ingat waktu itu, pukul 22.00 WIB aku merasakan sakit yang benar2 tidak bisa aku tahan lagi. Sebuah tangisan akibat rasa sakit yang Subhanallah baru aku rasakan seumur hidup, seolah kedua lututku di patahkan dengan kondisi aku yang sadar. Tak bisa aku tekuk kakiku, bahkan untuk menggerakan kaki ku pun aku harus di bantu oleh ibu. Hal yang waktu itu hanya bisa aku lakukan adalah berdzikir sambil menahan kesakitan lewat tangisan. Waktu itu aku di temani oleh kakak perempuan ketigaku dan ibu, karena memang kebetulan bapakku saat itu sedang dinas malam. Mereka coba untuk kompreskan air panas ke kedua lututku yang tiap menit semakin sakit.

Dinasalah awal aku mulai tidak bisa jalan normal, rasanya memang sakit jika aku menapakan kaki. Bahkan untuk duduk dari posisi tidurpun aku harus di bantu oleh bapakku. Namun tak henti aku terus mencoba pengobatan, kini aku coba pengobatan alternative. Sudah beberapa pengobatan alternative aku kunjungi. Namun akhirnya masih tetap sama, tak banyak perubahan. Sempat merasa marah dengan kondisiku waktu itu, yang tidak mampu bergerak bebas tanpa kedua kakiku. Hingga suatu ketika setelah selesai sembahyang aku duduk termenung sendiri, mencoba untuk introspeksi diri selama aku hidup, mencoba untuk sadar bahwasannya betapa tak berdayanya aku ketika Tuhan memberikan ujian ini. Sungguh, aku merasa kecil pada saat itu.

“Ya Allah sungguh Engkau berhak untuk memberikan rasa sakit ini, sesungguhnya tubuh ini hanyalah titipanMu Ya Rob.. Sakitku adalah Anugerah dari Mu, karena Engkau sedang menuntun hamba untuk belajar sabar dengan kondisi kesakitan, dan Engkau sedang menuntun hamba untuk belajar bersyukur dengan kondisi kesakitan pula. Ya Kariim, sungguh.. pasti selalu ada kebaikan di setiap kejadian. Begitu pula dengan sakitku ini. InsyaAllah hamba Ridho dan hamba nikmati rasa sakit ini. Jadikan sakit ini sebagai pembentukan hamba untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, yang lebih ta’at kepada Ketentuan Mu Ya Haadii. Jadikan ini sebagai penggugur dosa-dosa hamba. Ya Qawiyyu, pintaku.. Kuatkan hamba  dalam ujian ini sampai batas yang telah Engkau tentukan. Serta Kuatkan pula hati kedua orang tua hamba. Jangan pernah goreskan kesediahan dihati mereka.  Jadikan pula ini sebagai penggugur dosa-dosa kedua orang tua hamba. Sungguh, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan PertolonganMu Ya Mu’iid..”

4 responses to this post.

  1. Posted by ariel on November 9, 2010 at 10:43 am

    Wahai… Pemilik nyawaku
    Betapa lemah diriku ini
    Berat ujian dariMu
    Kupasrahkan semua padaMu

    Tuhan… Baru ku sadar
    Indah nikmat sehat itu
    Tak pandai aku bersyukur
    Kini kuharapkan cintaMu

    Kata-kata cinta terucap indah
    Mengalun berzikir di kidung doaku
    Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
    Butir-butir cinta air mataku
    Teringat semua yang Kau beri untukku
    Ampuni khilaf dan salah selama ini
    Ya ilahi….
    Muhasabah cintaku…

    Tuhan… Kuatkan aku
    Lindungiku dari putus asa
    Jika ku harus mati
    Pertemukan aku denganMu….

  2. amin…
    thx mimi buat komennya🙂

  3. Posted by sannytea on July 7, 2011 at 5:06 am

    waduh….teu damang naon atuh Neng..?? pantesan meni awis tepang ayeunamah sok di do’akeun ku aa nya “mugi di damangkeun dina panyawatna di lancarkeun dina sagalana dimudahkeun dina rezekina di sehatkeun dina jasmani sareng rohanina” amin ya alloh……enggal damang nya insya alloh da tadina ge sehat kan….:)

  4. Posted by Anonymous on October 29, 2012 at 1:29 pm

    SubhanAllah Allah begitu sayang kepada hambanya sehingga diberikan ujian, Dan Allah tidak akan menimpakan sesutu ujian melebihi dengan kesanggupan para hambanya, semua sudah di sesuaikn dengan kemmpuan hambanya tinggal kita bersabar dan mencoba terus ikhlas menghadapinya , InshaAllah ini akan menaikkan ukhty ke derajat yang lebih tinggi di sisi Allah

    Syafakillah ukhty Allah always be with u ^ _ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: